Selasa, 08 April 2008

Untuk Laki-Laki yang Ku Sayang

Mata yang biasanya berbinar saat itu aku lihat tampak lelah
Langkah yang biasanya tegap kala itu aku pandang tampak letih
Bahasa, kalimat, dan kata yang tertutur pun menghembuskan rasa yang berat
Entah apa sebabnya....

Sedikit tanya aku pertanyakan
Mungkin sangat mengganggu, tidak penting bahkan
Jawaban yang halus aku dengar mengalir darinya
Diperuntukkan untukku, kesannya
Tanpa tatapan mata yang searah aku coba untuk mengerti
Namun mengapa kalimat dan kata yang halus itu serasa silet kecil yang sedikit menyayat

Hati ku berujar lirih, "Mungkin Ia butuh waktu dan istirahat dari kepenatannya"
Aku pun berlalu
Meski resah, khawatir, aku sangat mengerti
Laki-laki yang aku sayang itu tak bermaksud menyakitiku
Mungkin dia labil dalam emosi
Mungkin juga aku yang bodoh, mengganggunya yang lebih memerlukan istirahat, keheningan, dan ALLAH, sebagai tempat mengadunya, bukan rentetan pertanyaan remeh dariku

Laki-laki yang aku sayang,,,,,,,,maafkan kekhilafanku kemarin
Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya, "Luangkan waktu untuk istirahat, dan satu hal lagi........Aku tungggu kamu untuk memanggil namaku dan tersenyum seperti biasanya"