Jumat, 18 April 2008

TANYAKU

Jarum jam mungkin lelah menemani wanita ini

Ratusan dentingnya bergulir

Menciptakan sebuah nada teratur

Ku nikmati alunannya bersama sepi

Ah......tak mengapa, tetap syahdu rasanya

Beginikah rasanya berteman denting jam, sepi dan ini

Tak terlalu menyedihkan, namun ada yang kurasa kurang

Cinta

Ya…..cinta


Aku tak memilihnya

Aku tak menghendakinya

Tapi aku membutuhkannya

Iya……siapa lagi kalo bukan cinta


Tapi tak perlu dijelaskan kembali

Aku tak akan memilikinya

Aku hanya merasakannya

Entah itu karena cinta iba padaku, atau cinta terpaksa, atau apalah, aku tak mengerti


Kuenyahkan duka

Ku tampar asa sia-sia

Belum usai, tanya datang menodong jawab

“BAGAIMANA AKHIRNYA NANTI ?”



KARENA AKU WANITA

Cerita berurut berjalan

Nyawa yang melekat ikut menari bersama kisah-kisahnya

Bisikan hati seolah menjadi kidung pengiring

Pelengkap yang menjadi pusat segala rasa


Hanya senyum dan angguk’an hormat yang terjalankan kala beribu rayu datang

Sanjung dan puji ibarat halusnya caci maki

Tak ubahnya belati yang siap menghujam jantung jika raga terlena

Ini aku lakukan hanya karena aku wanita