Kantuk tak jua menyergap payah raga terlentang
Kata demi kata pada catatan laki-laki itu memaksa baca lagi
Mengerti maksudnya
Tapi hati todong bukti
Bukan tuntut apalagi paksa
dan lalu, "Buktinya apa, mana?"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
mulai gundah, asa, lara, suka, dan semua akan aku ukir lewat bahasaku. walau ribuan rasa mengundang, akan ku sambut semuanya dengan tangan terbuka
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar