Cerita berurut berjalan
Nyawa yang melekat ikut menari bersama kisah-kisahnya
Bisikan hati seolah menjadi kidung pengiring
Pelengkap yang menjadi pusat segala rasa
Hanya senyum dan angguk’an hormat yang terjalankan kala beribu rayu datang
Sanjung dan puji ibarat halusnya caci maki
Tak ubahnya belati yang siap menghujam jantung jika raga terlena
Ini aku lakukan hanya karena aku wanita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar