Jumat, 18 April 2008

KARENA AKU WANITA

Cerita berurut berjalan

Nyawa yang melekat ikut menari bersama kisah-kisahnya

Bisikan hati seolah menjadi kidung pengiring

Pelengkap yang menjadi pusat segala rasa


Hanya senyum dan angguk’an hormat yang terjalankan kala beribu rayu datang

Sanjung dan puji ibarat halusnya caci maki

Tak ubahnya belati yang siap menghujam jantung jika raga terlena

Ini aku lakukan hanya karena aku wanita

Tidak ada komentar: